Hari minggu tanggal 5 april 2009 tiba-tiba Tuhan mengejutkan saya dengan sesuatu yang sama sekali tidak pernah saya perkirakan sebelumnya.
Kali ini Tuhan tidak sedikitpun memberikan tanda-tanda kepada saya, tidak seperti pada kejadian setahun sebelumnya , tentu saja dengan tokoh-tokoh yang berbeda. Pada saat itu Tuhan masih memberikan saya firasat kalau saya tidak seharusnya bersama orang yang seringkali secara sembunyi-sembunyi memberikan perhatian lebih kepada wanita lain selain saya. Tapi kali ini Tuhan tidak memberikan firasat apapun. Saya tidak pernah berpikir Dia dapat berubah dalam waktu 2-3 hari saja, saat itu menurut saya hal tersebut sangat tidak mungkin terjadi pada dirinya sekalipun tidak setiap saat saya dapat mengamatinya. Dia adalah hal terbaik selain keluarga dan teman-teman yang ada dalam hidup saya pada saat itu. Dia orang baik. Dia hampir sempurna.
Tapi yang terjadi pada tanggal 5 April itu benar-benar unpredictable. Orang yang sudah hampir delapan bulan menjalani hari-harinya sebagai "pacarnya karin" itu mendadak berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda dengan "pacarnya karin" beberapa hari sebelumnya. Ternyata perubahan itu tidak membutuhkan waktu yang lama. Proses dalam dirinya ini sangat jauh berbeda dengan proses evolusi diri saya ketika berusaha untuk menerima kenyataan ini. Keyakinannya untuk berhenti menjadi "pacarnya karin" terlihat sangat matang. Saking matangnya sampai-sampai ia sama sekali tidak memberikan sela bagi saya untuk dapat memahami segala sesuatu yang ada dalam pikirannya. Saking yakinnya ia sama sekali mengabaikan kata apapun yang keluar dari mulut saya untuk mempertahankan semuanya. Dia ingin berhenti mentolerir kekurangan saya.
Segala hal ia ucapkan untuk meyakinkan saya agar menerima keputusannya yang menurutnya adalah "keputusan yang terbaik untuk aku". Tapi tidak untuk saya. Segala cara ia lakukan sampai mengucapkan kalimat-kalimat klise seperti "kamu pantas dapetin yang lebih dewasa dari aku." , Bahkan sampai kalimat paling kasar seperti "kamu pantas dapetin orang yang bisa nerima kamu apa adanya. tapi aku nggak bisa. "
saya mungkin tidak memiliki kualitas "sempurna" seperti yang mungkin ia rasakan ada pada dirinya. saya hanya manusia standar yang mencoba untuk dapat selalu berbenah diri dan mencoba melihat kekurangan yang ada dalam diri orang lain dengan cara yang berbeda.
5 April 2009 adalah hari dimana saya semakin menyadari bahwa tidak ada manusia yang "hampir sempurna". saya, dia, dan semua orang di dunia ini dapat dikatakan jauh dari sempurna.
5 April 2009 adalah hari dimana saya semakin menyadari bahwa masalah dapat datang tanpa memberitahu terlebih dahulu.
5 April 2009 adalah hari dimana saya semakin menyadari bahwa saya sedang dalam proses pendewasaan diri dan berjuang melawan ego.
5 April 2009 adalah hari dimana saya semakin menyadari bahwa tidak semua firasat baik mengenai seseorang dapat terbukti secara real.
5 April 2009 adalah hari dimana saya semakin menyadari bahwa hari, adalah sesuatu yang tidak sepenuhnya dapat diprediksi.
it's unpredictable day.
Selasa, 27 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar